Senin, 29 Mei 2017

Pencernaan Pada Manusia

Sistem Pencernaan Pada Manusia
A.  Pengertian Sistem Pencernaan Manusia
     Pencernaan makanan merupakan proses mengubah makanan dari ukuran besar menjadi ukuran yang lebih kecil dan halus, serta memecah molekul makanan yang kompleks menjadi molekul yang sederhana dengan menggunakan enzim dan organ-organ pencernaan. 
    Proses pencernaan makanan pada tubuh manusia dapat dibedakan atas 2 macam, yaitu :

  •   Proses Pencernaan Secara Mekanik
            Proses pencernaan makanan secara mekanik yaitu proses perubahan makanan dari bentuk besar atau kasar menjadi bentuk kecil dan halus.

  • Proses pencernaan secara kimiawi (enzimatis)
           Proses pencernaan secara kimiawi yaitu proses perubahan makanan dari zat yang kompleks menjadi zat-zat yang lebih sederhana dengan menggunakan enzim. Enzim sendiri adalah zat kimia yang dihasilkan oleh tubuh yang berfungsi mempercepat reaksi-reaksi kimia dalam tubuh.

B.  Saluran Pencernaan Manusia
      Saluran pencernaan makanan merupakan saluran yang menerima makanan dari luar dan mempersiapkannya untuk diserap oleh tubuh dengan jalan proses pencernaan (penguyahan, penelanan, dan pencampuran) dengan enzim zat cair yang terbentang mulai dari mulut sampai anus. Saluran pencernaan makanan pada manusia terdiri dari beberapa organ berturut-turut dimulai dari mulut (cavum oris), kerongkongan (esofagus), lambung (ventrikulus), usus halus (intestimum), usus besar (colon), dan anus. Berikut adalah gambar dari saluran pencernaan manusia :


     Penjabaran dari organ - organ yang berperan dalam proses pencernaan yaitu :

 

1. Mulut
       Proses pencernaan dimulai sejak makanan masuk ke dalam mulut. Didalam mulut terdapat alat - alat yang membantu dalam proses pencernaan. Didalam rongga mulut, makanan mengalami pencernaan secara mekanik dan kimiawi. Beberapa organ dimulut yaitu :

  • Gigi
     Gigi berfungsi untuk mengunyah makanan sehingga makanan menjadi halus. Keadaan ini memungkinkan enzim-enzim pencernaan mencerna makanan lebih cepat dan efisien. Secara umum, gigi manusia terdiri dari tiga bagian, yaitu mahkota gigi (korona), leher gigi (kolum), dan akar gigi (radiks).
Bila kita amati gambar penampang gigi, maka akan tampak bagian - bagian seperti gambar berikut ini :
  
  •  Lidah
Lidah berfungsi untuk mengaduk makanan di dalam rongga mulut dan membantu mendorong makanan (proses penelanan). Lidah dapat merasakan rasa yang letak setiap rasa berbeda-beda, yaitu:

  1. Rasa asin      =  lidah bagian tepi depan
  1. Rasa manis  =  lidah bagian ujung
  1. Rasa asam   =  lidah bagian samping
  1. Rasa pahit   = lidah bagian belakang atau pangkal lidah
Untuk lebih jelasnya, dapat dilihat pada gambar seperti yang ada di bawah ini :


  • Kelenjar Ludah
Kelenjar ludah menghasilkan ludah atau air liur (saliva) yang berfungsi untuk memudahkan makanan saat penelanan. Kelenjar ludah dalam rongga mulut ada 3 pasang, yaitu :

  1. Kelenjar parotis, terletak di bawah telinga.
  1. Kelenjar submandibularis, terletak di rahang bawah.
  1. Kelenjar sublingualis,  terletak di bawah lidah.

Letak kelenjar ludah di dalam rongga mulut dapat dilihat pada gambar berikut ini :


2. Kerongkongan

     Kerongkongan (esofagus) merupakan saluran penghubung antara rongga mulut dengan lambung. Kerongkongan berfungsi sebagai jalan bagi makanan yang telah dikunyah dari mulut menuju lambung. Jadi, pada kerongkongan tidak terjadi proses pencernaan. Namun pada kerongkongan terjadi gerak peristaltik. Gerak peristalsis merupakan gerakan kembang kempis kerongkongan untuk mendorong makanan masuk ke dalam lambung.Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada gambar dibawah ini :
3. Lambung
     Lambung (ventrikulus) merupakan kantung besar yang terletak di sebelah kiri rongga perut sebagai tempat terjadinya sejumlah proses pencernaan. Lambung terdiri dari tiga bagian, yaitu bagian atas (kardiak), bagian tengah yang membulat (fundus), dan bagian bawah (pilorus). kerongkongan.  Struktur lambung dapat dilihat pada gambar berikut ini :


4. Usus Halus
     Usus halus (intestinum) merupakan tempat penyerapan sari makanan dan tempat terjadinya proses pencernaan yang paling panjang. Usus halus terdiri dari usus dua belas jari (duodenum), usus kosong (jejenum), dan usus penyerap (ileum).
Untuk lebih jelasnya, dapat dilihat pada gambar berikut ini :


5. Usus Besar
     Makanan yang tidak dicerna di usus halus, misalnya selulosa, bersama dengan lendir akan menuju ke usus besar menjadi feses. Karena tubuh memerlukan air, maka sebagian besar air diserap kembali ke usus besar. Penyerapan kembali air merupakan fungsi penting dari usus besar. Untuk struktur usus besar lebih jelasnya, dapat dilihat pada gambar  berikut ini :


6. Anus
Merupakan lubang tempat pembuangan feses dari tubuh. Sebelum dibuang lewat anus, feses ditampung terlebih dahulu pada bagian rectum. Proses defekasi (buang air besar) dilakukan dengan sadar, yaitu dengan adanya kontraksi otot dinding perut yang diikuti dengan mengendurnya otot sfingter anus dan kontraksi kolon serta rektum. Akibatnya feses dapat terdorong ke luar anus. Untuk lebih jelasnya, dapat dilihat pada gambar berikut ini :



Sekian pembahasan Saluran Pencernaan Pada Manusia. Nantikan blog selanjutnya yhaa :) .


Senin, 22 Mei 2017

Laporan Resmi Praktikum Farmasetika Solutio Lugoli


 
Dr. Seswoyo
Jl. Ahmad Yani No. 14
Sip No. 114/X/V/2015
Pekalongan, 02/03/2016
R/   Solutio Lugol
      M.F.Solutio La. 15 mL
      S.prn
 pro : Walid, 17 tahun
jl. Kartini 41 Pekalongan

I. Tujuan
  • Untuk membuat sediaan farmasi dalam bentuk solutio  yaitu solutio lugoli yang berbahan dasar Iodii dan Iodeti Kalii yang berkhasiat sebaga ant bakter, dan digunakan secara topkal untuk membersihkan kult, lecet, goresan kecl, dan luka tepi.
II. Dasar Teori

Definisi Larutan
         Larutan atau solutio adalah sediaan cair yang mengandung satu zat aktif atau lebih yang terlarut didalamnya, biasanya menggunakan air sebagai pelarut. Perbedaan potio dan larutan (solutio) adalah potio merupakan sediaan cair untuk konsumsi obat secara oral, sedangkan larutan (solutio) merupakan sediaan cair yang bisa digunakan secara oral, topikan, parenteral dan sebagainya.



• Menurut Farmakope Indonesia edisi III

Larutan adalah sediaan cair yang mengandung bahan kimia terlarut. Kecuali dinyatakan lain sebagai pelarut digunakan air suling. Larutan steril yang digunakan sebagai obat luar harus memenuhi syarat yang tertera pada Injectiones. Wadah harus dapat dikosongkan dengan cepat. Kemasan boleh lebih dari 1 liter.



• Menurut Buku Ilmu Meracik Obat

            Larutan adalah sediaan cair yang mengandung bahan kimia yang terlarut, sebagai pelarut digunakan air suling kecuali dinyatakan lain. Larutan terjadi apabila suatu zat padat bersinggungan dengan suatu cairan, maka zat padat tadi terbagi secara molecular dalam cairan tersebut.



• Menurut Buku Ilmu Resep

            Larutan adalah sediaan cair yang mengandung satu atau lebih zat kimia yang terlarut.



• Menurut Farmakope Indonesia edisi IV

            Larutan adalah sediaan cair yang mengandung satu atau lebih zat kimia yang telarut, misal: terdispersi secara molekuler dalam pelarut yang sesuai atau campuran pelarut yang saling bercampur. Karena molekul-molekul dalam larutan terdispersi secara merata, maka penggunaan larutan sebagai bentuk sediaan, umumnya memberikan jaminan keseragaman dosis dan memiliki ketelitian yang baik jika larutan diencerkan atau dicampur. 
Berikut pembagian larutan berdasarkan Farmakope Indonesia edisi IV :

    Ø  Larutan Oral, yaitu sediaan cair yang dibuat untuk pemberian oral, mengandung satu atau lebih zat dengan atau tanpa bahan pengaroma, pemanis atau pewarna yang larut dalam air atau campuran kosolven-air. Larutan oral dapat diformulasikan untuk diberikan langsung secara oral kepada pasien atau dalam bentuk lebih pekat yang harus diencerkan lebih dulu sebelum diberikan. Larutan oral yang mengandung sukrosa atau gula dalam kadar tinggi, dinyatakan sebagai Sirup.

   Ø  Larutan Topikal, yaitu larutan yang biasanya mengandung air tetapi seringkali mengandung pelarut lain, seperti etanol dan poliol untuk penggunaan topikal atau penggunaan luar pada kulit.

   Ø  Larutan Otik, yaitu larutan yang mengandung air atau gliserin atau pelarut lain dan bahan pendispersi , untuk penggunaan dalam telinga luar.

    Ø  Spirit, yaitu larutan mengandung etanol atau hidroalkohol dari zat mudah menguap, umumnya merupakan larutan tunggal atau campuran bahan. Beberapa spirit digunakan sebagai bahan pengaroma, yang lain memiliki makna pengobatan. Spirit harus disimpan dalam wadah tertutup rapat dan tidak tembus cahaya untuk mencegah penguapan dan memperkecil perubahan akibat oksidasi.

    Ø  Tingtur, yaitu larutan yang mengandung etanol atau hidroalkohol yang dibuat dari bahan-bahan tumbuhan atau senyawa kimia. Tingtur harus disimpan dalam wadah tertutup rapat dan tidak tembus cahaya serta jauhkan dari sinar matahari langsung dan panas yang berlebihan.

 Klasifikasi Larutan
     Larutan dibagi berdasarkan cara pemberiannya :
      1.      Larutan oral adalah sediaan cair yang dibuat untuk pemberian oral, mengandung  satu atau lebih zat dengan atau tanpa bahan pengaroma, pemanis, atau pewarna yang larut dalam air atau campuran konsolven.
     Beberapa contoh sediaan larutan oral, antara lain:

             a.       Sirup adalah sediaan pekat dalam air dari gula atau pengganti gula dengan
             atau tanpa penambahan bahan pewangi dan zat obat. Komponen-komponen dari
             sirup : (1) gula, biasanya sukrosa atau pengganti gula yang digunakan untuk
             memberi rasa manis dan kental, (2) pengawat
             antimikroba, (3) pembau, dan (4) pewarna


             b.        Eliksir adalah larutan hidroalkohol yang jernih dan manis dimasukkan untuk
             penggunaan vital,   dan biasanya diberi rasa untuk menambah kelezatan.
             Dibandingkan dengan sirup eliksir  biasanya kurang manis dan kurang kental karena
             mengandung kadar gula yang lebih rendah dan    akibatnya kurang efektif disbanding
             sirup dalam menutupi rasa senyawa obat. (Howard C. Ansel,    Ph. D. dkk. Fakultas
             Farmasi Univ. Georgia 341)
2.    Larutan topical adalah larutan yang biasanya mengandung air, tetapi seringkali mengandung pelarut lain seperti etanol dan poliol untuk penggunaan pada kulit, atau larutan lidokain oral topical untuk penggunaan pada permukaan mukosa mulut. Sedian-sedian yang termasuk larutan topical :
                  a.       Collyrium

Adalah sediaan berupa larutan steril, jernih, bebas pirogen, isotonis, digunakan untuk membersihkan mata. Dapat ditambahkan zat dapar dan zat pengawet.

                  b.      Guttae Ophthalmicae

Tetes mata adalah larutan steril bebas partikel asing merupakan sediaan yang dibuat dan dikemas sedemikian rupa hingga sesuai digunakan pada mata. Tetes mata juga tersedia dalam bentuk suspensi, partikel halus dalam bentuk termikronisasi agar tidak menimbulkan iritasi atau goresan pada kornea.

                  c.       Gargarisma

Gargarisma / obat kumur mulut adalah sediaan berupa larutan umumnya dalam keadaan pekat yang harus diencerkan dahulu sebelum digunakan. Dimaksudkan untuk digunakan sebagai pencegahan atau pengobatan infeksi tenggorokan. Contohnya : Betadin gargle.

                  d.      Guttae Oris

Tetes mulut adalah Obat tetes yang digunakan untuk mulut dengan cara mengencerkan lebih dahulu dengan air untuk dikumur-kumur, tidak untuk ditelan.

                  e.       Guttae Nasalis

Tetes hidung adalah obat yang digunakan untuk hidung dengan cara meneteskan obat ke dalam rongga hidung, dapat mengandung zat pensuspensi, pendapar dan pengawet. Minyak lemak atau minyak mineral tidak boleh digunakan sebagai cairan pembawa.

                  f.       Inhalation

Sediaan yang dimaksudkan untuk disedot oleh hidung atau mulut, atau disemprotkan dalam bentuk kabut kedalam saluran pernafasan. Tetesan butiran kabut harus seragam dan sangat halus sehingga dapat mencapai bronkhioli.

                  g.      Injectiones / Obat suntik

Injeksi adalah sediaan steril berupa larutan, emulsi atau suspensi atau serbuk yang harus dilarutkan atau disuspensikan lebih dahulu sebelum digunakan, yang disuntikan dengan cara merobek jaringan kedalam kulit atau melalui kulit atau selaput lendir.

                  h.       Lavement / Enema / Clysma

Cairan yang pemakaiannya per rectum / colon yang gunanya untuk membersihkan atau menghasilkan efek terapi setempat atau sistemik. Enema yang digunakan untuk membersihkan atau penolong pada sembelit atau pembersih feces sebelum operasi, tidak boleh mengandung zat lendir. Selain untuk membersihkan enema juga berfungsi sebagai karminativa, emolient, diagnostic, sedativa, anthelmintic dan lain-lain.

                  i.        Douche

Adalah larutan dalam air yang dimaksudkan dengan suatu alat kedalam vagina, baik untuk pengobatan maupun untuk membersihkan. Karena larutan ini mengandung bahan obat atau antiseptik. Contoh : Betadin Vagina Douche. 

                  j.    Epithema / Obat kompres

Adalah cairan yang dipakai untuk mendatangkan rasa dingin pada tempat-tempat yang sakit dan panas karena radang atau berdasarkan sifat perbedaan tekanan osmose digunakan untuk mngeringkan luka bernanah. Contoh : Rivanol.

                  k.      Litus Oris

Oles bibir adalah cairan agak kental dan pemakaiannya secara disapukan dalam mulut. Contoh: Larutan 10 % Borax dalam gliserin.


Larutan dibagi berdasarkan sistem pelarut dan zat terlarut
        1.    Spirit yaitu larutan yang mengandung etanol atau hidroalkohol dai zat mudah
               menguap, umumnya digunakan sebagai bahan pengaroma.

        2.    Tingtur yaitu larutan mengandung etanol atau hidroalkohol yang dibuat dari
               bahan tumbuhan atau senyawa kimia.

       3.     Air aromatik: larutan jernih dan jenuh dalam air, dari minyak mudah menguap
               atau senyawa aromatic, atau bahan mudah menguap lainnya.
Pelarut yang biasa digunakan adalah :
a.       Air, untuk melarutkan bermacam-macam garam.

b.      Spiritus, untuk melarutkan kamfer, iodine, mentol.

c.       Gliserin, untuk melarutkan tannin, zat samak, boraks, fenol.

d.      Eter, untuk melarutkan kamfer, fosfor, sublimat.

e.       Minyak, untuk melarutkan kamfer, mentol.

f.       Paraffin liquidum, untuk melarutkan cera, cetasium, minyak-minyak, kamfer, mentol, klorbutanol.

g.      Kloroform, untuk melarutkan minyak-minyak, lemak.


     Solutio atau larutan adalah sediaan cair yang mengandung bahan kimia terlarut,kecuali dinyatakan lain sebagai pelarut yang digunakan yaitu air yang di suling. Laruta steril yang digunakan sebagai obat luar harus memenuhi syarat yang tertera pada injectiones. Wadah harus dapat dikosongkan dengan cepat, kemasan boleh lebih dari 1 liter.
     Perbedaan potio dan solutio adalah potio merupakan sediaan cair untuk dikonsumsi secara oral, sedangkan larutan (solutio) merupakan sediaan cair yang bisa digunakan secara oral, topikal, parentral dan sebagainya.
     Formulasi larutan umumnya mengandung zat aktif,pembasa, pelarut, pelarut pembantu, pengawet, pewarna, Antioksidan, Pengental dll.

 
Istilah-istilah kelarutan

     Kelarutan adalah sebagai pelarut yang digunakan untuk melarutkan 1 bagian zat

                       

Sangat mudah larut
Kurang dari 1
Mudah Larut
1 sampai 10
Larut
10 sampai 30
Agak sukar larut
30 sampai 100
Sukar Larut
100 sampai 1000
Sangat sukar larut
1000 sampai 10000
Praktis tidak larut
Lebih dari 10000
  
Hal yang perlu diperhatikan dalam pembuatan larutan / solutio :
    
     Untuk mempercepat melarutnya obat dapat digunakan beberapa cara seperti menggunakan panas, mengecilkan ukuran partikel zat, menggunakan pelarut pembantu maupun membantu kelarutan dengan melakukan pengadukan.

       1. Kelarutan zat aktif harus bisa larut

       2. Kestabilan zat aktif dalam larutan / pelarut maupun konsolven harus baik

       3. Dosis takaran tepat

       4. Penyimpanannya sesuai


Keuntungan dan Kerugian Sediaan Solutio: 
  • Keuntungan sediaan dalam bentuk larutan yaitu :
   1.  Merupakan campuran homogen

   2. Dosis dapat diubah-ubah dalam pembuatan

   3. Dapat diberikan dalam larutan encer, sedangkan kapsul dan tablet 
       sulit diencerkan.

   4. Kerja awal obat lebih cepat karena obat cepat diabsorpsi.

   5. Mudah diberikan pemanis, bau-bauan, warna dan hal ini cocok 
      untuk pemberian obat pada anak-anak.

   6. Untuk pemakaian luar, bentuk larutan mudah digunakan.
  • Kerugian sediaan dalam bentuk larutan yaitu :  :
   1.   Volume bentuk larutan lebih besar

   2.   Ada obat yang tidak stabil dalam larutan

   3.   Ada obat yang sukar ditutupi rasa dan baunya dalam larutan.

 
Faktor-faktor yang Mempengaruhi Larutan  
Faktor - faktor yang dapat mempengaruhi sediaan larutan atau solutio adalah :
  1. Sifat dari solute dan solvent

   2. Cosolvensi

   3. Kelarutan

   4. Temperatur 

   5. Salting Out

   6. Salting In

   7. Pembentukan Kompleks 
Uraian Bahan 
 Monografi :
1. Iodium

   Kelarutan : Larut dalam lebih kurang 3500 bagian air, dalam 13 bagian etanol (95 %), dalam lebih kurang 80 bagian gliserol p dan dalam lebih kurang 4 bagian karbon disulfida p, larut dalam kloroform p

2. Kalii Iodium

   Kelarutan : sangat mudah larut dalam air, lebih mudah larut dalam air mendidih, larut dalam etanol (95%) p , mudah larut dalam gliserol p .
III. Permasalahan

1. Iodium bahan yang korosif, mudah menyublim, sukar larut dalam air

2. Kalium iodida bersifat higroskopik
IV. Pengatasan
1. Iodium di timbang menggunakan kaca arloji dan ditutup dengan kaca arloji agar tidak menguap, dilarutkan dalam etanol

2. Kalium iodida ditimbang menggunakan kaca arloji 
V. Resep Baku

     Resep Standar ( CMN halaman 147 )
  Solutio lugoli fortio

  R/ Iodii           1

       Iodeti kalii  2

       Aquadest   20
VI. Pengambilan Bahan
  
Perhitungan Penimbangan : 
                   1. Iodium : 1 gram
2. Kalium Iodida : 2 gram 
3. Aquadest : 22 ml
VI. Alat Dan Bahan :
  • Alat : 
1. Mortir dan stemper

2. Timbangan dan anak timbangan

3. Batang Pengaduk

4. Kertas Perkamen

5. Sudip

6. Kaca arloji

7. Gelas ukur 

  • Bahan :
1. Iodium

2. Kalium iodida

3. Aquadest

4. Alkohol


VII. Cara Kerja


1. Ditimbang bahan satu persatu sesuai aturan

2. Dimasukkan iodium ke dalam mortir, lalu di tetesi sedikit etanol aduk ad larut

3. Dimasukkan Iodeti kalii dalam mortir tadi secara sedikit demi sedikit gerus kuat ad homogen

4. Ditambahkan aquadest sedikit demi sedikit gerus kuat hingga larut dan hingga tidak terdapat endapan iodium

5. Masukkan dalam botol dberwarna coklat dan ditutup rapat

6. Beri etiket biru dengan signa untuk pemakaian luar


VIII. Etiket