Dr. Seswoyo
Jl. Ahmad Yani No. 14
Sip No. 114/X/V/2015
|
Pekalongan, 02/03/2016
R/ Solutio Lugol
M.F.Solutio La. 15 mL
S.prn
pro : Walid, 17 tahun
jl. Kartini 41 Pekalongan
|
I. Tujuan
- Untuk membuat sediaan farmasi dalam bentuk solutio yaitu solutio lugoli yang berbahan dasar Iodii dan Iodeti Kalii yang berkhasiat sebaga ant bakter, dan digunakan secara topkal untuk membersihkan kult, lecet, goresan kecl, dan luka tepi.
II. Dasar Teori
Definisi Larutan
Larutan atau solutio adalah sediaan
cair yang mengandung satu zat aktif atau lebih yang terlarut didalamnya, biasanya
menggunakan air sebagai pelarut. Perbedaan potio dan larutan (solutio) adalah
potio merupakan sediaan cair untuk konsumsi obat secara oral, sedangkan larutan
(solutio) merupakan sediaan cair yang bisa digunakan secara oral, topikan,
parenteral dan sebagainya.
•
Menurut Farmakope Indonesia edisi III
Larutan adalah sediaan
cair yang mengandung bahan kimia terlarut. Kecuali dinyatakan lain sebagai
pelarut digunakan air suling. Larutan steril yang digunakan sebagai obat luar
harus memenuhi syarat yang tertera pada Injectiones.
Wadah harus dapat dikosongkan dengan cepat. Kemasan boleh lebih dari 1 liter.
•
Menurut Buku Ilmu Meracik Obat
Larutan adalah sediaan cair yang
mengandung bahan kimia yang terlarut, sebagai pelarut digunakan air suling
kecuali dinyatakan lain. Larutan terjadi apabila suatu zat padat bersinggungan
dengan suatu cairan, maka zat padat tadi terbagi secara molecular dalam cairan
tersebut.
•
Menurut Buku Ilmu Resep
Larutan adalah sediaan cair yang
mengandung satu atau lebih zat kimia yang terlarut.
•
Menurut Farmakope Indonesia edisi IV
Larutan
adalah sediaan cair yang mengandung satu atau lebih zat kimia yang telarut,
misal: terdispersi secara molekuler dalam pelarut yang sesuai atau campuran
pelarut yang saling bercampur. Karena molekul-molekul dalam larutan terdispersi
secara merata, maka penggunaan larutan sebagai bentuk sediaan, umumnya
memberikan jaminan keseragaman dosis dan memiliki ketelitian yang baik jika
larutan diencerkan atau dicampur.
Berikut pembagian larutan berdasarkan
Farmakope Indonesia edisi IV :
Ø Larutan Oral, yaitu sediaan cair
yang dibuat untuk pemberian oral, mengandung satu atau lebih zat dengan atau
tanpa bahan pengaroma, pemanis atau pewarna yang larut dalam air atau campuran
kosolven-air. Larutan oral dapat diformulasikan untuk diberikan langsung secara
oral kepada pasien atau dalam bentuk lebih pekat yang harus diencerkan lebih
dulu sebelum diberikan. Larutan oral yang mengandung sukrosa atau gula dalam
kadar tinggi, dinyatakan sebagai Sirup.
Ø Larutan Topikal, yaitu larutan yang
biasanya mengandung air tetapi seringkali mengandung pelarut lain, seperti
etanol dan poliol untuk penggunaan topikal atau penggunaan luar pada kulit.
Ø Larutan Otik, yaitu larutan yang
mengandung air atau gliserin atau pelarut lain dan bahan pendispersi , untuk
penggunaan dalam telinga luar.
Ø Spirit, yaitu larutan mengandung
etanol atau hidroalkohol dari zat mudah menguap, umumnya merupakan larutan
tunggal atau campuran bahan. Beberapa spirit digunakan sebagai bahan pengaroma,
yang lain memiliki makna pengobatan. Spirit harus disimpan dalam wadah tertutup
rapat dan tidak tembus cahaya untuk mencegah penguapan dan memperkecil
perubahan akibat oksidasi.
Ø Tingtur, yaitu larutan yang
mengandung etanol atau hidroalkohol yang dibuat dari bahan-bahan tumbuhan atau
senyawa kimia. Tingtur harus disimpan dalam wadah tertutup rapat dan tidak
tembus cahaya serta jauhkan dari sinar matahari langsung dan panas yang
berlebihan.
Klasifikasi
Larutan
Larutan
dibagi berdasarkan cara pemberiannya :
1.
Larutan oral adalah sediaan cair yang dibuat
untuk pemberian oral, mengandung satu atau lebih zat dengan atau tanpa bahan
pengaroma, pemanis, atau pewarna yang larut dalam air atau campuran konsolven.
Beberapa
contoh sediaan larutan oral, antara lain:
a.
Sirup
adalah sediaan pekat dalam air dari gula atau pengganti gula dengan
atau tanpa penambahan bahan pewangi dan zat obat. Komponen-komponen dari
sirup : (1) gula,
biasanya sukrosa atau pengganti gula yang digunakan untuk
memberi rasa manis
dan kental, (2) pengawat
antimikroba, (3) pembau, dan (4) pewarna
b.
Eliksir
adalah larutan hidroalkohol yang jernih dan manis dimasukkan untuk
penggunaan vital, dan biasanya diberi rasa untuk menambah kelezatan.
Dibandingkan dengan
sirup eliksir biasanya kurang manis dan kurang kental karena
mengandung kadar
gula yang lebih rendah dan akibatnya kurang efektif disbanding
sirup dalam
menutupi rasa senyawa obat. (Howard C. Ansel, Ph. D. dkk. Fakultas
Farmasi
Univ. Georgia 341)
2. Larutan topical adalah larutan yang biasanya
mengandung air, tetapi seringkali mengandung pelarut lain seperti etanol dan
poliol untuk penggunaan pada kulit, atau larutan lidokain oral topical untuk
penggunaan pada permukaan mukosa mulut. Sedian-sedian yang termasuk larutan
topical :
a.
Collyrium
Adalah sediaan
berupa larutan steril, jernih, bebas pirogen, isotonis, digunakan untuk
membersihkan mata. Dapat ditambahkan zat dapar dan zat pengawet.
b.
Guttae Ophthalmicae
Tetes mata
adalah larutan steril bebas partikel asing merupakan sediaan yang dibuat dan
dikemas sedemikian rupa hingga sesuai digunakan pada mata. Tetes mata juga
tersedia dalam bentuk suspensi, partikel halus dalam bentuk termikronisasi agar
tidak menimbulkan iritasi atau goresan pada kornea.
c.
Gargarisma
Gargarisma /
obat kumur mulut adalah sediaan berupa larutan umumnya dalam keadaan pekat yang
harus diencerkan dahulu sebelum digunakan. Dimaksudkan untuk digunakan sebagai
pencegahan atau pengobatan infeksi tenggorokan. Contohnya : Betadin gargle.
d.
Guttae Oris
Tetes mulut
adalah Obat tetes yang digunakan untuk mulut dengan cara mengencerkan lebih
dahulu dengan air untuk dikumur-kumur, tidak untuk ditelan.
e.
Guttae Nasalis
Tetes hidung adalah
obat yang digunakan untuk hidung dengan cara meneteskan obat ke dalam rongga
hidung, dapat mengandung zat pensuspensi, pendapar dan pengawet. Minyak lemak
atau minyak mineral tidak boleh digunakan sebagai cairan pembawa.
f.
Inhalation
Sediaan yang
dimaksudkan untuk disedot oleh hidung atau mulut, atau disemprotkan dalam
bentuk kabut kedalam saluran pernafasan. Tetesan butiran kabut harus seragam
dan sangat halus sehingga dapat mencapai bronkhioli.
g.
Injectiones / Obat suntik
Injeksi adalah
sediaan steril berupa larutan, emulsi atau suspensi atau serbuk yang harus
dilarutkan atau disuspensikan lebih dahulu sebelum digunakan, yang disuntikan
dengan cara merobek jaringan kedalam kulit atau melalui kulit atau selaput
lendir.
h.
Lavement / Enema / Clysma
Cairan yang
pemakaiannya per rectum / colon yang gunanya untuk membersihkan atau
menghasilkan efek terapi setempat atau sistemik. Enema yang digunakan untuk
membersihkan atau penolong pada sembelit atau pembersih feces sebelum operasi,
tidak boleh mengandung zat lendir. Selain untuk membersihkan enema juga
berfungsi sebagai karminativa, emolient, diagnostic, sedativa, anthelmintic dan
lain-lain.
i.
Douche
Adalah larutan
dalam air yang dimaksudkan dengan suatu alat kedalam vagina, baik untuk
pengobatan maupun untuk membersihkan. Karena larutan ini mengandung bahan obat
atau antiseptik. Contoh : Betadin Vagina Douche.
j. Epithema / Obat kompres
Adalah cairan
yang dipakai untuk mendatangkan rasa dingin pada tempat-tempat yang sakit dan
panas karena radang atau berdasarkan sifat perbedaan tekanan osmose digunakan
untuk mngeringkan luka bernanah. Contoh : Rivanol.
k.
Litus Oris
Oles bibir
adalah cairan agak kental dan pemakaiannya secara disapukan dalam mulut. Contoh:
Larutan 10 % Borax dalam gliserin.
Larutan
dibagi berdasarkan sistem pelarut dan zat terlarut
1. Spirit yaitu larutan yang mengandung
etanol atau hidroalkohol dai zat mudah
menguap, umumnya digunakan sebagai bahan
pengaroma.
2. Tingtur yaitu larutan mengandung
etanol atau hidroalkohol yang dibuat dari
bahan tumbuhan atau senyawa kimia.
3. Air aromatik: larutan jernih dan
jenuh dalam air, dari minyak mudah menguap
atau senyawa aromatic, atau bahan
mudah menguap lainnya.
Pelarut
yang biasa digunakan adalah :
a. Air, untuk melarutkan bermacam-macam
garam.
b. Spiritus, untuk melarutkan kamfer,
iodine, mentol.
c. Gliserin, untuk melarutkan tannin,
zat samak, boraks, fenol.
d. Eter, untuk melarutkan kamfer,
fosfor, sublimat.
e. Minyak, untuk melarutkan kamfer,
mentol.
f. Paraffin liquidum, untuk melarutkan
cera, cetasium, minyak-minyak, kamfer, mentol, klorbutanol.
g. Kloroform, untuk melarutkan
minyak-minyak, lemak.
Solutio
atau larutan adalah sediaan cair yang mengandung bahan kimia
terlarut,kecuali dinyatakan lain sebagai pelarut yang digunakan yaitu
air yang di suling. Laruta steril yang digunakan sebagai obat luar harus
memenuhi syarat yang tertera pada injectiones. Wadah harus dapat
dikosongkan dengan cepat, kemasan boleh lebih dari 1 liter.
Perbedaan potio dan solutio adalah
potio merupakan sediaan cair untuk dikonsumsi secara oral, sedangkan
larutan (solutio) merupakan sediaan cair yang bisa digunakan secara
oral, topikal, parentral dan sebagainya.
Formulasi larutan umumnya mengandung
zat aktif,pembasa, pelarut, pelarut pembantu, pengawet, pewarna,
Antioksidan, Pengental dll.
Istilah-istilah kelarutan
Kelarutan adalah sebagai pelarut yang digunakan untuk melarutkan 1 bagian zat
Sangat mudah larut
|
Kurang dari 1
|
Mudah Larut
|
1 sampai 10
|
Larut
|
10 sampai 30
|
Agak sukar larut
|
30 sampai 100
|
Sukar Larut
|
100 sampai 1000
|
Sangat sukar larut
|
1000 sampai 10000
|
Praktis tidak larut
|
Lebih dari 10000
|
Hal yang perlu diperhatikan dalam pembuatan larutan / solutio :
Untuk mempercepat melarutnya obat dapat digunakan beberapa cara
seperti menggunakan panas, mengecilkan ukuran partikel zat, menggunakan
pelarut pembantu maupun membantu kelarutan dengan melakukan pengadukan.
1. Kelarutan zat aktif harus bisa larut
2. Kestabilan zat aktif dalam larutan / pelarut maupun konsolven harus baik
3. Dosis takaran tepat
4. Penyimpanannya sesuai
Keuntungan dan Kerugian Sediaan Solutio:
- Keuntungan sediaan dalam bentuk larutan
yaitu :
1. Merupakan
campuran homogen
2. Dosis dapat
diubah-ubah dalam pembuatan
3. Dapat diberikan
dalam larutan encer, sedangkan kapsul dan tablet
sulit diencerkan.
4. Kerja awal obat
lebih cepat karena obat cepat diabsorpsi.
5. Mudah diberikan pemanis, bau-bauan, warna
dan hal ini cocok
untuk pemberian obat pada anak-anak.
6. Untuk pemakaian
luar, bentuk larutan mudah digunakan.
-
Kerugian sediaan dalam bentuk larutan
yaitu : :
1. Volume bentuk
larutan lebih besar
2. Ada obat yang
tidak stabil dalam larutan
3. Ada obat yang
sukar ditutupi rasa dan baunya dalam larutan.
Faktor-faktor
yang Mempengaruhi Larutan
Faktor - faktor yang dapat mempengaruhi sediaan larutan atau solutio adalah :
1. Sifat dari solute dan solvent
2. Cosolvensi
3. Kelarutan
4. Temperatur
5. Salting Out
6. Salting In
7. Pembentukan
Kompleks
Uraian Bahan
Monografi :
1. Iodium
Kelarutan : Larut dalam lebih kurang 3500 bagian air, dalam 13 bagian
etanol (95 %), dalam lebih kurang 80 bagian gliserol p dan dalam lebih
kurang 4 bagian karbon disulfida p, larut dalam kloroform p
2. Kalii Iodium
Kelarutan : sangat mudah larut dalam air, lebih mudah larut dalam air
mendidih, larut dalam etanol (95%) p , mudah larut dalam gliserol p .
III. Permasalahan
1. Iodium bahan yang korosif, mudah menyublim, sukar larut dalam air
2. Kalium iodida bersifat higroskopik
IV. Pengatasan
1. Iodium di timbang menggunakan kaca arloji dan ditutup dengan kaca arloji agar tidak menguap, dilarutkan dalam etanol
2. Kalium iodida ditimbang menggunakan kaca arloji
V. Resep Baku
Resep Standar ( CMN halaman 147 )
Solutio lugoli fortio
R/ Iodii 1
Iodeti kalii 2
Aquadest 20
VI. Pengambilan Bahan
Perhitungan Penimbangan :
1. Iodium : 1 gram
2. Kalium Iodida : 2 gram
3. Aquadest : 22 ml
VI. Alat Dan Bahan :
1. Mortir dan stemper
2. Timbangan dan anak timbangan
3. Batang Pengaduk
4. Kertas Perkamen
5. Sudip
6. Kaca arloji
7. Gelas ukur
1. Iodium
2. Kalium iodida
3. Aquadest
4. Alkohol
VII. Cara Kerja
1. Ditimbang bahan satu persatu sesuai aturan
2. Dimasukkan iodium ke dalam mortir, lalu di tetesi sedikit etanol aduk ad larut
3. Dimasukkan Iodeti kalii dalam mortir tadi secara sedikit demi sedikit gerus kuat ad homogen
4. Ditambahkan aquadest sedikit demi sedikit gerus kuat hingga larut dan hingga tidak terdapat endapan iodium
5. Masukkan dalam botol dberwarna coklat dan ditutup rapat
6. Beri etiket biru dengan signa untuk pemakaian luar
VIII. Etiket